M. Lutfi Hakim Kamis, 25 Mei 2015
Terinspirasi dari artikel Putu Setia di situs Tempo bulan lalu, saya memberi judul tulisan ini dengan satu huruf saja: “B”. Memang, huruf “B” tidak memiliki arti apa-apa kecuali sebuah simbol, bahkan ia tidak bisa mengeluarkan bunyi tanpa dirangkai dengan huruf vokal. Tapi bukan berarti tidak ada yang menarik dari huruf yang dalam alfabet Arab sama persis dengan ba ini, baik dalam cara pelafalan maupun urutannya.
Misalnya dalam tulisan Putu Setia itu. Ia menyebutkan sejumlah pejabat negara yang namanya sering menghiasi pemberitaan media karena beberapa hal. Sebut saja Badrodin Haiti, Budi Gunawan, Budi Waseso, (Novel) Baswedan, dan Bambang Widjojanto. Selain tokoh-tokoh penegak hukum tadi, ternyata ada juga beberapa kasus yang diawali dengan huruf “B”. Seperti bola, kisruh antara PSSI dan Kemenpora; bir, tentang lokalisasi penjualan minuman keras; dan bikini, yakni rencana pesta berbusana minim yang akan diadakan anak-anak SMA. Tentu saja, di luar sana masih banyak “B” yang belum disebutkan—dan tulisan ini tidak bermaksud melengkapi daftar nama/kasus tersebut.
Tetapi lebih menarik dari itu, percayakah kalian, bahwa “B” adalah huruf yang pertama kali diucapkan semua manusia? Dan “B” adalah huruf yang paling mudah untuk dilafalkan?!
Ketika ruh ditiupkan ke dalam tubuh manusia, atau tepatnya saat janin dalam kandungan berusia 4 bulan, Allah menanyai mereka satu per satu, “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Lalu mereka menjawab: “Balâ.” (QS. Al-A’râf: 172)
Dalam kamus bahasa Arab, balâ adalah kata yang digunakan hanya untuk menjawab pertanyaan berbentuk pengingkaran yang sekaligus menidakkan apa yang diingkarkan itu. Dengan demikian, balâ dalam ayat tersebut berarti “betul, Engkau adalah Tuhanku.” (Al-Mu’jâm al-Wasîth, hlm. 70)
Berbeda dengan kata naam—sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan arti ‘ya’ atau ‘begitulah’—yang digunakan untuk menyatakan setuju atau pembenaran atas apa yang ditanyakan, baik itu berbentuk pengingkaran atau bukan. Oleh sebab itu, sampai saat ini saya belum menemukan padanan yang pas untuk balâ dalam kosakata bahasa Indonesia.
Masih berkaitan dengan huruf “B”, ayat pertama dalam urutan kitab suci Alquran juga diawali dengan huruh ba, dan bukan alif: Bismillahir rahmânirrahîm. Dan oleh Rasulullah, ayat paling awal ini dianjurkan untuk selalu dibaca saat kita hendak beraktivitas. Mungkin salah satu hikmah di balik itu adalah, agar Allah senantiasa menjadikan segala urasan kita serbamudah, semudah kita mengucapkan huruf ba pada bismillah.